Hari itu, cuaca di Mataram cerah sekali. Langit biru bersih tanpa awan, angin sepoi-sepoi mengantar aroma laut dari kejauhan. Aku dan suamiku baru saja resmi menikah seminggu sebelumnya. Setelah pesta usai, keluarga pulang, dan badan masih agak pegal-pegal, akhirnya tibalah hari yang kami tunggu-tunggu: honeymoon.
Dari awal, kami sepakat mau cari tempat yang gak terlalu ramai tapi tetap punya banyak tempat indah. Kami juga pengen suasananya tenang, cocok buat pasangan baru yang ingin menikmati waktu berdua. Setelah diskusi panjang, kami jatuh cinta pada satu kata: Lombok.
Dan entah bagaimana, semesta mendukung. Aku nemu Wisata Lombok Plus, yang dari awal udah bikin aku ngerasa nyaman. Mereka tawarkan honeymoon Lombok murah tapi lengkap. Bukan murahan ya, tapi murah dalam arti masuk akal dan gak bikin kantong bolong. Tapi soal pengalaman? Wah… luar biasa.
Hari Pertama: Disambut Seperti Teman Lama
Begitu sampai di Bandara Lombok, kami disambut sopir yang ramah banget. Namanya Mas Taufik. Senyumnya lebar, cara bicaranya santai, dan bikin kami langsung merasa aman. Dia gak cuma sopir, tapi juga seolah guide pribadi. Banyak cerita dia bagikan selama perjalanan ke penginapan pertama kami di daerah Senggigi.
Dan penginapannya, walaupun sederhana, punya view laut yang luar biasa. Kami bisa duduk di balkon sambil lihat matahari tenggelam. Ditemani kopi hangat dan suara ombak… rasanya kayak di film-film romantis.
Gili Nanggu: Tempat Di Mana Waktu Serasa Berhenti

Hari berikutnya kami dibawa ke Gili Nanggu, salah satu spot honeymoon yang katanya masih “perawan”. Dan ternyata betul. Gak banyak turis. Pantainya bersih, pasir putih lembut, dan air lautnya sebening kaca. Kami snorkeling berdua, berenang sambil lihat ikan warna-warni, lalu makan siang di pinggir pantai.
Di momen itu, aku sadar: gak perlu tempat fancy untuk merasa mewah. Kami hanya duduk berdua di atas pasir, tertawa, dan ngobrol soal masa depan. Di tempat yang sederhana seperti ini, justru hati rasanya penuh.
Aku ingat banget waktu itu aku bilang ke suamiku, “Kita gak perlu Paris atau Maldives, cukup di sini, di Gili kecil yang tenang ini, aku udah merasa paling beruntung di dunia.”
Jelajah Pantai Selatan yang Bikin Jatuh Cinta
Kami juga sempat diajak ke Kuta Mandalika, Tanjung Aan, dan Bukit Merese. Ini adalah bagian dari paket honeymoon Lombok yang ditawarkan Wisata Lombok Plus. Tapi semuanya gak kaku. Kami bisa minta lebih santai, minta berhenti di spot yang kami suka, bahkan kadang cuma untuk beli es kelapa muda di pinggir jalan.
Yang paling aku suka, tiap tempat di Lombok tuh punya pesona sendiri. Tanjung Aan dengan lengkung pantainya yang ikonik, Merese dengan pemandangan sunset dari ketinggian, sampai ke jalan-jalan kecil yang dikelilingi sawah. Semua jadi bagian dari cerita cinta kami.
Waktu Berdua yang Gak Terbagi
Karena kami gak nyetir sendiri, dan semua sudah diatur oleh tim Wisata Lombok Plus, kami jadi bisa fokus menikmati waktu bersama. Gak perlu mikir soal rute, parkir, atau cari tempat makan. Semua udah disiapkan, tapi tetap fleksibel. Rasanya kayak punya tim pendukung yang ngerti banget pasangan baru tuh butuh kenyamanan dan ketenangan.
Kami juga sempat stay di vila kecil di daerah Tetebatu. Ini agak ke pegunungan, suasananya adem, dan pagi-pagi kami bisa jalan berdua di ladang petani. Ketemu warga lokal yang ramah, ngobrol sama ibu-ibu penenun, dan rasanya seperti honeymoon versi slow living.
Honeymoon yang Bukan Sekadar Liburan
Buat aku, honeymoon itu bukan cuma liburan biasa. Ini kayak fase transisi yang indah dari dua orang asing yang akhirnya jadi satu. Dan pengalaman di Lombok ini, jujur aja, memperkuat hubungan kami. Karena banyak momen-momen kecil yang tak terlupakan: berbagi es krim, duduk di atas motor sewaan keliling desa, sampai nyanyi bareng di mobil karena hujan turun tiba-tiba.
Kami gak perlu acara mewah. Cukup duduk di pinggir pantai sambil lihat bintang. Dan entah kenapa, Lombok selalu punya tempat buat itu. Buat kami, inilah bentuk bulan madu romantis di Lombok yang sebenarnya.
Kenapa Lombok? Kenapa Wisata Lombok Plus?
Aku gak bisa bilang semua orang harus ke Lombok. Tapi kalau kamu suka suasana alam, senang ketenangan, dan pengen quality time yang benar-benar intim, Lombok cocok banget. Dan soal siapa yang bisa bantu semua itu terasa mulus? Buat kami, Wisata Lombok Plus pilihan yang tepat.
Mereka ngerti banget gimana bikin itinerary yang gak capek, tapi tetap seru. Tempat-tempat yang mereka rekomendasikan tuh bukan sekadar destinasi wisata biasa, tapi spot yang punya rasa.
Buat kamu yang lagi cari paket bulan madu di Lombok, apalagi yang terjangkau dan gak ribet, menurutku ini salah satu yang patut kamu pertimbangkan.
Kesan Terakhir yang Justru Bikin Ingin Kembali
Tiga hari dua malam di Lombok rasanya belum cukup. Tapi di situlah letak keindahannya. Kami pulang bukan karena puas, tapi karena pengen kembali. Dan kami sepakat, kalau nanti ada rejeki, kami mau rayakan ulang tahun pernikahan pertama di sini lagi.
Karena ada tempat di dunia yang sederhana, tapi mampu menyimpan kenangan paling istimewa.





