Jelajah Lengkap Lombok 3 Hari 2 Malam: Budaya, Pantai Eksotis & Snorkeling Seru di Gili Nanggu








Trustindex verifies that the original source of the review is Google. Service yang di berikan sangat memuaskan dari tour guide yang friendly dan interactive, armada yang bersih, pilihan restaurant yang menyajikan makanan yang menggugah selera, serta pilihan tempat tur yang bagus dan penuh dengan spot untuk photo, membuat liburan di Lombok menjadi terasa seru dan nyaman.Posted on Puji AstutiTrustindex verifies that the original source of the review is Google. Traveling bersama Wisata Lombok Plus sangatlah menyenangkan. Banyak pilihan nya baik dari paket maupun tour nya. Guide nya juga ramah banget, pelayanan nya excellent. Bicara soal harga, no worry, sangat bersahabat. Recommended tour agent, thanks Wisata Lombok Plus.Posted on Binti MustikowatiTrustindex verifies that the original source of the review is Google. Tour guidenya ramah dan pelayanan sangat memuaskan, sebelum dimintain tolong sudah menawarkan diri karena sudah pengalaman banget kondisi lapangan. Sukses selalu Wisata Lombok Plus!Posted on 298- KARIMA YULIANTITrustindex verifies that the original source of the review is Google. Experiencenya menyenangkan sekali kami berombongan besar snorkeling dan island hopping di Lombok. Pelayanannya ramah, sigap, cepat, antar-jemput juga on time padahal kami reservasi mendadak. Terima kasih Wisata Lombok Plus, berkah selalu yaPosted on reni rahmawati
Jujur, saya bukan tipe orang yang suka liburan buru-buru. Tapi kadang waktu libur terbatas, dan pengen banget keluar sejenak dari rutinitas. Maka saat ada kesempatan ambil cuti 3 hari, saya putuskan: “Oke, ke Lombok aja!”
Bukan liburan pertama ke Lombok sih, tapi kali ini saya cobain ikut paket wisata ke Lombok 3 hari 2 malam dari Wisata Lombok Plus. Dan ternyata… ini salah satu liburan singkat paling menyenangkan yang pernah saya rasakan.
Hari Pertama: Budaya, Pantai, dan Bukit yang Bikin Meleleh
Begitu turun dari pesawat di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, saya langsung dijemput pemandu dari tim Wisata Lombok Plus. Suasana hati langsung adem—orangnya ramah, pembawaannya santai, tapi tetap profesional.
Tujuan pertama adalah Desa Adat Sade, rumahnya Suku Sasak yang terkenal dengan budaya yang masih sangat dijaga. Begitu sampai, saya seperti masuk ke masa lalu. Rumah-rumah beratap alang-alang, perempuan menenun di teras, anak-anak main lari-larian. Bukan atraksi buatan, ini betul-betul kehidupan sehari-hari mereka. Saya sempat nyobain menenun. Susah sih, tapi seru!
Setelah dari sana, kami lanjut ke Pantai Kuta Mandalika. Saya pikir Kuta itu cuma di Bali, ternyata Lombok juga punya, dan jujur—lebih sepi, lebih bersih, lebih tenang. Pantainya panjang dan ombaknya nggak besar. Katanya ini juga dikenal dengan nama Pantai Putri Nyale, karena ada legenda rakyat yang dipercaya turun-temurun.
Kami makan siang di area Kuta, sambil ngeliatin pantai. Nasi hangat, ikan bakar, sambal, dan semilir angin laut. Rasanya? Liburan banget.
Nggak jauh dari Kuta, kami mampir ke Sirkuit Mandalika. Cuma foto-foto sih, tapi bangga juga ya—Indonesia punya sirkuit internasional di tempat seindah ini.
Setelah itu, kami menuju Pantai Tanjung Aan. Pasirnya unik banget! Ada yang lembut kayak tepung, ada juga yang bulat-bulat kayak merica. Air lautnya jernih banget, dan warnanya biru muda yang cantik. Saya sempat jalan kaki di pinggir pantai sambil ngelamun. Kadang ketenangan itu cuma butuh ombak, angin, dan langit cerah.
Nah, highlight hari pertama buat saya adalah Bukit Merese. Nggak tinggi, tapi view-nya luar biasa. Laut lepas sejauh mata memandang, angin sepoi-sepoi, dan rumput hijau sejauh kaki melangkah. Saya naik pelan-pelan, sampai akhirnya duduk di atas bukit sambil liatin matahari turun. Sempurna banget.
Sebelum ke hotel, kami mampir ke Desa Sukarara, pusatnya kain tenun Lombok. Saya suka motif-motifnya yang khas dan warnanya yang cerah. Bisa coba menenun, bisa juga foto pakai baju adat Sasak. Seru dan lucu, jadi bahan cerita buat diunggah ke Instagram.
Malam harinya kami makan malam di restoran lokal. Makanannya enak, suasananya hangat, dan saya udah nggak sabar buat tidur dan bangun di hari kedua.
Hari Kedua: Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis – Snorkeling, Santai, dan Bahagia
Hari kedua, setelah sarapan di hotel, kami menuju ke arah barat daya Lombok: Sekotong. Perjalanan daratnya lumayan panjang, tapi pemandangannya bikin mata segar. Laut di sebelah kiri, bukit-bukit hijau di kanan. Nyaman banget.
Sampai di Pelabuhan Tawun, kami langsung naik boat menuju Gili Nanggu. Cuma 20 menit naik perahu kecil, dan saya sudah sampai di salah satu gili paling tenang yang pernah saya datangi.
Gili Nanggu itu beda dari Gili Trawangan. Nggak ramai, nggak bising. Cocok banget buat yang pengen “kabur” dari dunia. Di sini saya snorkeling—dan jujur, bawah lautnya cantik banget. Terumbu karangnya hidup, warna-warni, dan ikan-ikannya berani mendekat. Saya sempat ngambang lama, cuma nikmatin pemandangan bawah air.
Pohon cemara di tepi pantainya bikin adem. Beberapa orang duduk baca buku, yang lain tidur-tiduran di hammock. Saya? Makan cemilan dan ngerasain momen tanpa gangguan.
Makan siang kami nikmati di resto lokal sebelum lanjut ke Gili Sudak. Di sini kami bebas aktivitas. Saya pilih main air sebentar dan jalan menyusuri pantai. Ombaknya kecil, dan suara lautnya bikin ngantuk.
Gili terakhir adalah Gili Kedis, yang ukurannya mini banget. Kelilingin pulau ini nggak sampai 10 menit. Tapi di sinilah saya foto-foto paling banyak. Setiap sudutnya instagramable. Pasir putihnya bersih, dan laut di sekelilingnya tampak biru cerah.
Setelah dari tiga gili itu, kami balik ke Lombok via Sekotong. Badan lelah, tapi hati senang.
Dan belum selesai! Sore hari kami diajak ke pusat oleh-oleh. Saya borong tenun khas Lombok, mutiara asli, beberapa kaos dan camilan lokal. Buat saya sendiri dan buat keluarga di rumah.
Malamnya makan malam lagi di restoran lokal. Perut kenyang, hati puas. Hari kedua ditutup dengan istirahat nyenyak di hotel.
Hari Ketiga: Waktu Bebas & Pulang dengan Hati Penuh Cerita
Hari terakhir, saya bangun agak santai. Sarapan sambil duduk dekat taman hotel, liatin matahari naik pelan-pelan. Rasanya seperti nggak pengen pulang.
Waktu bebas saya habiskan untuk packing, lalu duduk di lobi hotel sambil ngopi dan ngobrol dengan peserta lain. Banyak dari mereka juga pertama kali ikut paket ini, dan semua sama-sama senang.
Menjelang siang, kami diantar ke bandara. Dalam perjalanan, saya diam cukup lama. Bukan karena ngantuk, tapi karena pikiran saya masih ada di Tanjung Aan, di Gili Kedis, dan di atas Bukit Merese.
Kenapa Saya Pilih Wisata Lombok Plus?
Buat saya, liburan itu soal rasa. Dan tim Wisata Lombok Plus ngerti banget soal itu. Mereka tahu cara atur itinerary biar padat tapi nggak capek. Tempat-tempat yang dikunjungi benar-benar representasi dari Lombok yang sesungguhnya: budaya, alam, laut, dan keramahan.
Pemandunya komunikatif, supirnya sopan, makanannya cocok di lidah. Dan yang paling penting, semuanya lancar tanpa drama.
Kalau Kamu Cari Liburan 3 Hari yang Bikin Segar, Ini Dia Jawabannya
Paket ini cocok banget buat kamu yang:
Pengen liburan singkat tapi berkesan
Suka budaya lokal dan pantai cantik
Mau healing tapi tetap produktif
Lagi cari tempat tenang tapi tetap seru
Lombok itu bukan cuma alternatif Bali. Lombok adalah destinasi utuh dengan cerita dan rasa yang berbeda. Dan lewat paket 3 hari 2 malam ini, saya dapat semuanya