Pernah nggak sih kamu merasa butuh jeda dari rutinitas, tapi pengin liburan yang benar-benar bikin plong? Nah, bayangkan ini: kaki telanjang menyentuh pasir putih yang
Bayangin deh, kamu berdiri di pasir putih super halus, di depanmu laut biru sebening kaca, dan angin sepoi-sepoi pelan banget nyentuh kulit. Tenang, damai, seakan-akan
Bayangin deh, pagi-pagi di Senggigi. Udara masih adem, suara ombak kayak musik latar yang bikin hati tenang, terus kamu bersiap naik boat menuju Gili Trawangan.
Kalau kamu lagi merencanakan liburan ke Lombok, hampir bisa dipastikan Gili Trawangan ada di daftar wajib kunjung. Pulau kecil ini memang punya magnet luar biasa:
Kalau mendengar kata Rinjani, apa yang langsung terbayang di kepalamu? Gunung megah dengan danau biru yang tenang di ketinggian? Atau mungkin cerita teman yang berhasil
Bayangkan kamu berdiri di tepi pantai dengan pasir putih yang halus seperti tepung, angin laut yang hangat menyapu wajah, dan ombak yang berkejaran di depan
Kalau dengar kata liburan di Lombok, biasanya orang langsung kepikiran Gili Trawangan, Senggigi, atau Rinjani. Padahal, ada satu permata kecil yang sering terlewatkan: Gili Bidara.
Bayangkan, pagi yang cerah, matahari baru saja muncul dari balik gunung, dan kamu sudah duduk santai di pinggir pantai berpasir putih dengan segelas es kelapa
Kalau ditanya, “Apa tempat di Lombok yang paling bikin kamu nggak bisa berhenti ngomongin ke orang lain?” — jawabanku pasti Bukit Selong Belanak. Serius, bukit
Bayangkan kamu duduk santai di tepi pantai dengan pasir putih halus di bawah kaki, suara ombak berbisik pelan, dan air laut sebening kristal bergradasi biru