Ada momen ketika jalan-jalan di Lombok justru membuat orang kangen makanan sederhana. Setelah berpanas-panasan di pantai, sepiring kangkung dengan sambal merah terasa lebih menggoda daripada
Memilih hotel di Mataram sering terasa gampang sampai kamu mulai menyusun rute liburan. Mau menginap di kota, tetapi besoknya ingin ke pantai? Ingin kamar yang
Foto hamparan sawah di Sembalun sering bikin orang ingin langsung berangkat. Begitu mulai menyusun perjalanan, pertanyaannya berubah: mampir ke mana dulu supaya waktunya tidak habis
Berangkat ke kawasan Mandalika dengan daftar tempat yang panjang memang menggoda. Tapi ada satu momen yang sering justru membuat orang lupa melihat jam: ketika sampai
Foto Tiu Kelep sering membuat orang mengira air terjunnya tinggal beberapa langkah dari tempat parkir. Padahal, bagian yang perlu dipikirkan justru perjalanan kakinya. Jalur bisa
Kalau cuma punya satu sore di Lombok Barat, jangan habiskan waktunya mengejar semua pantai yang muncul di peta. Jalan ke pesisir memang menggoda, tetapi berpindah
Di Senaru Village Lombok, urusan paling penting bukan menentukan spot foto. Pertanyaannya justru siapa yang masih sanggup berjalan setelah sampai di Sendang Gile, terutama kalau
Kalimat “besok kita ke Rinjani” terdengar sederhana sampai seseorang mulai menyusun jam berangkat. Mau melihat bentuk gunung dari kejauhan atau berjalan kaki menuju kawasan pendakian?
Pergi ke Sembalun hanya untuk berhenti sebentar dan berfoto rasanya agak sayang. Jalan menuju kawasan kaki Rinjani punya daya tarik yang membuat orang ingin memperlambat
Ada satu kebiasaan yang sering membuat kunjungan ke bukit merese lombok terasa terlalu singkat: baru sampai, langsung mencari titik foto lalu buru-buru turun. Padahal, bagian